Sejak Bernama Raja Garuda Mas Hingga Kini, RGE Mengelola Kelapa Sawit Berkelanjutan

Sejak Bernama Raja Garuda Mas Hingga Kini, RGE Mengelola Kelapa Sawit Berkelanjutan

Perusahaan RGE atau Royal Golden Eagle merupakan sebuah perusahaan yang mengelola kelompok perusahaan kelas dunia dalam industri manufaktur yang berbasis SDA atau Sumber Daya Alam. Perusahaan yang dulunya bernama Raja Garuda Mas ini juga merupakan salah satu perusahaan besar di dunia, yang dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Salah satu anak perusahaan Sukanto Tanoto adalah Asian Agri. Asia Agri yang berdiri pada tahun 1979, yang mana merupakan perusahaan swasta nasional terkemuka yang memproduksi kelapa sawit mentah. Sampai saat ini, mereka mengelola 100.000 hektar lahan dan bermitra dengan 29.000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Sukanto Tanoto sangat peduli terhadap keberlanjutan usaha dan dampak positifnya terhadap masyarakat dan negara dalam jangka panjang. Oleh karena itu, salah satu anak perusahaan dari RGE bernama Asian Agri merupakan salah satu perusahaan yang telah menunjukkan komitmennya untuk bermitra dengan petani kelapa sawit. Dalam hal ini, petani tetap memiliki tanah mereka dengan mendapatkan bibit unggul dan bimbingan cara berkebun yang berkelanjutan sesuai dengan norma-norma global. Petani yang menjadi mitra Asian Agri juga tidak perlu risau terhadap pemasaran hasil sawit mereka karena Asian Agri akan otomatis menampungnya dengan harga yang pantas dan tidak akan merugikan petani.

Kemitraan yang telah berlangsung bertahun-tahun telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan ribu bahkan jutaan anggota masyarakat di tiga provinsi yaitu di Riau, Jambi, dan Sumatra Utara. Selain itu juga, mereka sedang bermitra dengan kurang lebih 29.000 petani. Di samping itu dalam perhitungan setiap keluarga petani yang beranggotakan suami, istri, dan tiga orang anak, maka jumlah anggota masyarakat yang langsung terbantuk kesejahteraannya melalui mereka mencapai kurang lebih 150.000 orang.

Manfaat besar yang didapat oleh masyarakat tidak serta merta ada, perlu perjuangan yang keras dan panjang untuk melaluinya, yang diawali oleh kesadaran pemilik perusahaan untuk memastikan kegiatan perusahaan dapat berguna buat masyarakat banyak, negara, dan pastinya untuk lingkungan. Mayoritas dari petani tersebut adalah para transmigran yang datang dari Jawa mengikuti program pemerintah di era Orde Baru yang intensif di antara tahun 1979 dan 1984. Dalam program dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan, menyeimbangkan serta mendistribusikan populasi penduduk terkait dengan peningkatan kesejahteraan warga negara di seluruh Indonesia.

Program ini juga juga didukung oleh pemerintah dengan meluncurkan Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi atau dengan nama lain PIR-Trans di tahun 1986. Program PIR-Trans ini merupakan program kerja sama yang dilakukan antara pemilik perkebunan dan para petani transmigran. Pada program tersebut Asian Agri juga berkontribusi dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan dan memfasilitasi pelatihan bagi para petani. Selain itu juga, mereka juga berperan dalam membangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan para petani dalam melakukan kegiatan nantinya. Dan sejak bernama Raja Garuda Mas hingga kini, RGE mengelola kelapa sawit berkelanjutan.