8 Lagu Andalan Superman is Dead dalam Konser Musik GOR Diponegoro

8 Lagu Andalan Superman is Dead dalam Konser Musik GOR Diponegoro

Superman is Dead atau yang dikenal dengan SID menggelar konser musik pertamanya di GOR Diponegoro 8 Oktober 2017. Konser itu ninggalin jejak mendalam, mengingat fans mereka di Soloraya sangat melimpah. Terutama karena mereka bawain 17 lagu andalan ke panggung yang 8 lagu di antaranya akan kita tengok sama-sama.

  1. Jika Kami Bersama

Lagu ini mencirikan semangat anak muda. Penuh kesatuan. Ada pula yang mengartikan kalau hidup dilakukan bareng-bareng dan kompak, maka enggak ada yang mampu ngalangin. Lagu ini juga membuktikan kalau SID memang beda dari yang lain. Mereka enggak mau dikungkung oleh label musik apa pun. Maunya bebas berekspresi.

  1. Sunset di Tanah Anarki

Adakah musik yang bisa melawan tirani? Ada. Lagu “Sunset di Tanah Anarki” mewakili aspirasi tersebut. Kalau kamu selama ini cuma kenal Iwan Fals atau Slank, melipirlah ke SID. Dedikasinya demi perlawanan terhadap segala bentuk pemerintahan otoriter tersaji. Anak muda wajib belajar dari lagu-lagu SID soal nasionalisme.

  1. Ketika Senja

Adakah yang lebih alami dibanding kebenaran? Lagu ini bercerita tentang kesejatian diri manusia di bumi. Ketika senja terbit, segala keangkuhan dan kepongahan hari sirna. Segala bentuk penderitaan akan selalu menemui titik akhir. Mungkin hari ini kita terluka, tapi hari esok beda dengan hari ini. Lagu ini bicara banyak soal kesejatian diri.

  1. Bulan dan Ksatria

Lagu ini bikin para penonton di GOR Diponegoro enggak sedikit yang merenung. Enggak heran. Orang lagu ini aja bercerita tentang makna keberadaan hati. Begini kira-kira yang ingin disampaikan oleh SID dalam lagu ini, “Ketika hati manusia jadi alasan untuk hidup, sebesar apa pun kedurjanaan di bumi enggak ada pengaruh buat dia.”

  1. Pulang

Secara garis besar, lagu ini bercerita banyak soal kenangan. Para penonton bikin aksi yang unik. Mereka saling bergandengan tangan, berangkulan, dan juga bikin lingkaran. Kemudian mereka sama-sama berputar. Biarpun mereka bertubrukan dan saling senggol, enggak ada yang marah. Justru yang ada cuma keceriaan khas anak muda.

  1. Lady Rose

Lagu ini didedikasikan buat OutSIDer yang pernah meninggal dunia tahun 2016 lalu gara-gara kecelakaan di Sragen. Keinginan terbesar dalam hidupnya adalah ingin melihat Superman is Dead tampil di Sragen (GOR). Di panggung yang sama, tampak haru-biru berlelehan air mata para penonton saat lagu ini dimainkan oleh idola mereka.

  1. Poppies Dog Anthem

Keceriaan pada setiap lirik lagunya bikin para OutSIDer yang memenuhi GOR semakin bersorak. Di sela-sela lagu, sang vokalis yang merangkap gitaris, Jerinx mengimbau para fans agar terus menjaga kelestarian alam. Soalnya alam itu kelak akan diwariskan ke anak-cucu di masa depan. Enggak boleh ada yang berlaku buruk pada alam sekitar.

  1. Kita Luka Hari Ini

Konser yang digelar di GOR Diponegoro ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tema yang diusung juga enggak jauh-jauh dari misi SID. Dalam lagu ini, Jerinx dkk. menyelipkan ingatan tentang sikap heroik para pemuda pra kemerdekaan. Perjuangan mereka begitu besar, sementara tugas kita melanjutkan perjuangan itu.

Kehadiran SID di GOR Diponegoro, Sragen, bahkan bikin ketua DPRD Sragen terkesima. Grup musik asal Pulau Dewata ini disambut hangat oleh ribuan fans dari berbagai daerah yang ikut nongkrong dengerin konser musik mereka. Meskipun acara cuma berlangsung 4 jam (13.00-17.00), penampilan SID sangat totalitas.